Beberapa Jenis Ular Berbisa Di Indonesia

Beberapa Jenis Ular Berbisa Di Indonesia

Beberapa Jenis Ular Berbisa Di Indonesia – Ada banyak jenis ular yang kalian bisa temui di Indonesia, dan perlu kalian hati-hati jika kalian bertemu ular berbisa.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, untuk gigitan ular berbisa bisa menyebabkan kelumpuhan parah. Yang bisa mencegah pernapasan, gangguan perdarahan fatal, gagal ginjal ireversibel dan kerusakan jaringan lokal parah yang bisa mengakibatkan cacat permanen dan amputasi anggota badan.

Sedangkan Untuk anak-anak jika mereka mendapat gigitan ular maka akan menderita efek yang lebih parah. Dan akan mengalami efek yang lebih cepat dari pada orang dewasa saat mereka mengalami gigitan ular berbisa karena massa tubuh mereka yang lebih kecil.

Negara tropis yang ada di Indonesia menjadi habitat jenis-jenis ular berbisa, apabila di daerah pedesaan yang memiliki hutan dan perkebunan.

Kalian harus memahami beragam jenis ular yang mungkin memiliki potensi yang berbahaya bagi kesehatan. Kami sudah merangkum beberapa jenis ular berbisa yang sudah di ringkas dari paddlesweep.net.

1. Ular Welang

Ular berbisa yang pertama dan biasa di temui di Indonesia, yakni ular welang (Bungarus fasciatus). Dari Ular berbisa yang satu ini memiliki ciri warna tubuh kuning dan hitam atau putih dan hitam.

Tak main-main, ular welang bisa tumbuh hingga mencapai 2,25 meter, lho. Spesies ular ini memiliki persebaran alami di Pulau Jawa sehingga dapat di sebut spesies lokal.

Mengutip Jurnal Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, ular welang sangat banyak di jumpai di daerah dataran rendah dengan habitat wilayah sedikit berhutan, sekitar rawa, sawah, dan sungai dekat dengan pemukiman warga.

Ular welang lebih aktif di malam hari dan saat siang hari, mereka lebih banyak bersembunyi di lubang bawah tanah, seperti lubang bekas tikus.

2. Ular Weling

Nama ular berbisa ini sedikit mirip ular yang telah di jelaskan karena ular weling memang masih satu jenis dengan ular welang.

Ular weling atau Bungarus candidus juga termasuk ular spesies lokal yang banyak di temukan di Pulau Jawa.

Berbeda dengan ular welang, ular weling ini cenderung memiliki tubuh yang lebih kecil karena panjangnya hanya bisa mencapai 1 meter.

Warna tubuhnya pun tidak sama, tetapi hampir mirip, yakni memiliki pola lingkaran hitam dan putih berseling.

Mengutip Jurnal Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya, ular weling ini dapat di jumpai pada habitat setengah perairan, sawah, sungai, dan daerah berair lainnya.

Namun, ular ini juga dapat di jumpai pada daerah dataran rendah dan daerah dataran tinggi hingga 1200 mdpl, dan memdiami berbagai habitat termasuk hutan tropis basah dan kering, hutan pegunungan tropis, hutan bakau, semak belukar, perkebunan, dan daerah perumahan.

Ular weling lebih aktif di malam hari atau nokturnal dan biasanya mereka bertahan hidup dengan memakan ikan, katak, dan hewan kecil di air.

3. Ular Kobra Jawa

Ular berbisa lainnya yang perlu di waspadai adalah ular kobra jawa (Naja sputatrix). Kobra jawa biasanya berwarna hitam kecoklatan dan cenderung hidup di atas tanah.

Ketika menggigit mangsanya, ular jenis ini akan menyuntikkan bisa melalui taringnya, kemudian bisa tersebut akan masuk ke dalam pembuluh darah lawannya.

Selain melalui gigitan, ular kobra yang sangat berbahaya ini dapat menyerang mangsa dengan cara menyemprotkan bisa.

Bagian moncong ular tersebut tumpul dan berwarna keputihan. Kobra jawa juga memiliki bentuk gigi taring yang kecil dengan ujung taring yang pendek.

Ular kobra jawa dapat mencapai panjang 1,2 meter dan semprotan bisanya mampu menjangkau jarak hingga 2 meter.

Sering kali, ular ini menyemprotkan bisa ke bagian wajah mangsa sehingga dapat membuat targetnya mengalami kebutaan.

Dalam kondisi terancam, ular kobra akan mengembangkan leher dan menegakkan badannya, kemudian siap menyemprotkan bisa kepada lawannya.

4. Ular Raja Kobra

Masih dalam spesies kobra, ular raja kobra atau yang populer dengan nama king cobra ini juga dapat di temui di wilayah Indonesia. Ular ini tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa dan sekitarnya, hingga ke Sulawesi.

Ular raja kobra (Ophiophagus Hannah) adalah ular berbisa terpanjang di dunia dengan panjang rata-rata 3,5 meter, dan bisa mencapai panjang tubuh hingga 5,8 meter.

King cobra termasuk salah satu dari lima ular paling mematikan di dunia. Jadi, sangat patut untuk di waspadai.

Ular berbisa ini dapat mengangkat sepertiga tubuhnya dari tanah dan berhadapan langsung dengan manusia dewasa. Mereka juga memiliki beberapa racun neurotoksik paling kuat yang di ketahui manusia.

Jumlah racun yang ular raja kobra berikan hanya dalam satu gigitan sudah cukup untuk membunuh 20 orang. Atau setara dengan seekor gajah.

Racunnya dapat menyerang pusat saraf di otak sehingga korban gigitan king cobra mengalami gagal napas dan gagal jantung.

Namun, meski mematikan, ular raja kobra biasanya menghindari konfrontasi dengan manusia. Mereka biasanya memangsa ular, kadal, dan hewan pengerat lainnya.

About the Author

You may also like these